Komodo

Komodo – Varanus komodoensis

Komodo atau Varanus komodoensis dalam bahasa ilmiah adalah kadal terbesar di dunia. Kadal ini dapat tumbuh sepanjang 3 meter dan berat mencapai 136 kg. Hewan tersebut dapat hidup selama 30 tahun. Pejantannya berwarna abu-abu gelap dan bata merah sedangkan yang betina berwarna coklat zaitun dan berwarna kuning pada bagian lehernya.

Komodo hidup di daerah Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama di Pulau Komodo dan sekitarnya. Habitatnya sebagai berikut:

  • Savana
  • Hutan tropis
  • Daerah pantai

Provinsi Nusa Tenggara Timur

Komodo dapat berlari mencapai 18 km/jam, memanjat pohon dengan cakarnya yang besar dan kuat selain itu dapat berenang dengan baik serta menyelam sampai sedalam 4,5 meter. Karena kemampuannya ini, komodo menyebar ke pulau-pulau di sekitar Pulau Komodo.

Air liur Komodo mengandung bakteri-bakteri yang berbahaya. Dalam waktu 24 jam korbannya dapat mati karena keracunan. Komodo memakan segala jenis binatang, seperti kerbau, tikus, tupai, ular, burung, dan anoa. Mereka dapat makan 80% dari berat badannya sendiri dalam satu kali makan.

Komodo adalah salah satu binatang yang terancam punah. Penyebab dari kepunahan itu antara lain:

  • Menurut Kompasiana ( http://edukasi.kompasiana.com/2011/04/20/komodo-hewan-langka-indonesia/), salah satu faktor kepunahan komodo adalah penjualan ilegal yang dilakukan di pasar gelap.
  • Menurut  informasi dari Yahoo (http://id.post.yahoo.com/s?s=AVC5R2JrTUq1uHBFVKnoJw/Aj0Gaw.qg.mcyd567qTQy09F8aWGgyfQ), pencalonan Pulau Komodo menjadi salah satu 7 keajaiban dunia memiliki sisi negatif antara lain:
    • Pemerintah akan mengadakan pembangunan aset wisata besar-besaran di lokasi wisata Taman Nasional Komodo, mulai dari hotel, restoran, sarana dan prasarana, serta penyewaan alat-alat pendukung wisata. Hal ini akan menghabiskan banyak biaya dan investor asing akan banyak menanamkan modal di TNK ini.
    • Pembangunan besar-besaran ini akan membuat habitat Komodo sebagai hewan langka terusik dan akhirnya terpinggirkan oleh banyaknya aset-aset wisata yang berdiri di mana-mana.
    • Ketika Komodo stres dan tidak sanggup menahan beban dari aktivitas pembangunan manusia yang gencar ini, maka Komodo akan punah satu persatu.
  • Menurut Kepala Seksi Pengelolaan Balai Taman Nasional Komodo Pulau Padar, Ramang Isaka, Komodo di Pulau Padar punah total. Tidak ada lagi kotoran komodo yang ditemukan di sana. Belum diketahui pasti penyebab punahnya binatang langka itu. Tetapi kuat dugaan perburuan liar rusa dan babi serta perubahan lingkungan akibat pembakaran liar menjadi penyebab punahnya Komodo. Hal ini disampaikan kepada Okezone.com (http://news.okezone.com/read/2008/08/04/1/133638/komodo-di-pulau-padar-punah).

Untuk mencegah kepunahan komodo, beberapa cara dapat dilakukan seperti:

  • Membuat suaka marga satwa untuk komodo
  • Menghentikan perdagangan ilegal yang memperjualbelikan kulit komodo
  • Menghentikan penghancuran tempat tinggal komodo
  • Mensosialisasikan pada masyarakat tentang komodo sebagai binatang yang hampir punah sehingga harus dilestarikan
  • Mengajak masyarakat untuk ikut serta untuk melestarikan komodo

Kita sebagai warga Indonesia seharusnya merasa bangga terhadap keberadaan komodo di Indonesia. Supaya hewan tersebut tidak punah, maka kita seharusnya menjaga supaya dapat dinikmati oleh semua orang.

Sumber:

One thought on “Komodo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s