Penyerangan Mimi Land

Di sebuah pulau di Samudera Atlantik, terletak sebuah negara bernama Mimi Land. Negara ini dipimpin oleh seorang Presiden bernama John Hensor serta Wakil Presiden bernama Alfred Donvon.

Pada tahun 1939, Mimi Land memilih untuk bergabung dengan tim poros bersama Jerman, Italia dan Jepang. Pada tahun 1945, Jerman akhirnya menyerah. Tetapi Presiden Mimi Land, John Hensor belum ingin menyerah. Pada tanggal 20 Desember 1945, pasukan Sekutu akhirnya mendarat di Pantai Konslav, Kota Adi.

Oberstleutnant Ron Vonslav, Komandan dari pasukan Divisi Ke-8 Infantri dikirim oleh Menteri Pertahanan untuk membantu pasukan Divisi Lapis Baja Ke-67 dan Divisi Ke-92 Infantri. Dalam perjalanan menuju Kota Adi, Ron bertemu dengan teman sekolahnya, Panzerobergrenadier Gerard Günther. Günther dulunya bekerja sebagai insinyur di Perusahaan Sprengstoff. Sekarang ia bergabung di Divisi Panzerfaust Ke-34. Ron dan Günther setuju bekerja sama untuk membantu pasukan di Kota Adi.

Beberapa hari kemudian, Ron dan Günther sampai di Pantai Konslav.

“Kurasa pasukan kita bisa menyerang pasukan Sekutu itu”, kata Ron.

“Jangan sombong. Kita belum tahu bahwa mungkin mereka membawa pasukan yang banyak”, tutur Günther.

Tiba-tiba, muncul kabut dan asap yang menggumpal dari daerah itu. Dari kabut dan asap yang menggumpal, keluar sesuatu yang berapi dari langit yang diikuti dengan suara tembakan yang keras.

“AWAS!!!”, teriak Ron yang berusaha untuk melarikan diri.

Semua tentara berusaha untuk lari. Formasi pun terpecah. Bom mulai berjatuhan dan tentara-tentara yang tidak beruntung terkena serpihan bom. Ron, Günther dan tentara lainnya mulai membantu sesama dan masuk ke dalam bunker terdekat.

Günther segera berlari untuk mencari telepon sedangkan Ron mencari para dokter untuk membantunya. Dalam divisi milik Ron, ada salah seorang tentara, yang kehilangan lengannya karena terkena bom. Tentara itu bernama Kanonier Ludwig Teron. Ron berusaha untuk membantu Ludwig supaya dapat tetap hidup. Setelah menunggu beberapa jam, nyawa Ludwig akhirnya dapat diselamatkan walaupun kehilangan salah satu lengannya.

Setelah menghubungi benteng pertahanan di Kota Adi, Günther belum mendapatkan balasan dari komandan. Sambil menunggu balasan dari komandan, Günther dan Ron menyiapkan senapan dan bom yang akan digunakan dalam pertempuran nanti. Ludwig, tentara yang telah kehilangan lengannya, pergi keluar dari bunker untuk melihat keadaan. Setelah menunggu 2 jam, akhirnya ada telepon dari komandan bahwa bala bantuan akan segera datang. Setelah pasukan sudah siap, Ron, Günther dan pasukannya bersiap untuk berperang di luar bunker. Dari asap yang menggumpal, timbul beberapa bayangan dan suara mesin. Pertempuran dimulai. Ron pun mulai kehilangan beberapa pasukannya.

Oberfeldarzt Terry Johnson adalah pemimpin Divisi Lapis Baja Bala Bantuan Ke-43. Ron meminta bantuan kepada Terry untuk mengantarnya menuju meriam anti tank “Blitzkrieg”. Setelah menemukan meriam tersebut, Ron, Terry dan Günther menembakan meriam itu menuju angkasa dan jatuh tepat pada kapal-kapal milik Sekutu.

Setelah berhasil memperlambat pergerakan pasukan Sekutu dan berhasil mengambil alih Pantai Konslav, pasukan milik Ron, Terry dan Günther diperintahkan untuk kembali menuju Jam Kotral.  Di gedung pemerintahan, John Voln, Menteri Pertahanan Mimi Land, mengkhianati Presiden John Hensor dan bergabung dengan Sekutu. John Voln melarikan diri dari gedung pemerintahan dengan mobil hitamnya bersama dengan asistennya, Dary Hower. Dengan kejadian ini, Presiden John Hensor sangat marah sehingga memerintahkan Ron dan Günther untuk mencari John Voln.

Ron dan Günther mencari rumah persembunyian John Voln di seluruh tempat. Setelah mencari di sekitar Kota Vice, Ron melihat mobil milik John Voln di sebuah rumah kecil di daerah pusat kota. Setelah menunggu di luar rumah, John Voln keluar dari rumah bersama asistennya lalu masuk ke mobil. Tiba-tiba, muncul seseorang berbaju tentara sambil membawa senjata anti tank ditangannya dan mengarahkannya menuju mobil John Voln.

“Jangan tembak!”, teriak Ron. Tetapi tentara itu tidak dengar dan menarik pelatuk meriam dan menembaki mobil John Voln. Mobil itu pun meledak seketika bersama dengan John Voln dan asistennya yang ada di dalam mobil itu.

Ron dan Günther tercengang ketika melihat mobil tersebut meledak. Günther segera mengejar tentara tersebut.

“Mengapa kau menembak mobil itu?”, tanya Günther.

“Kau tidak akan tahu mengapa”, kata tentara itu sambil mengarahkan senjatanya menuju Günther dan menembak Günther 3 kali lalu melarikan diri. Ron mendengar suara tembakan dan lari untuk menghampiri Günther yang telah tewas kemudian memeluknya sambil menangis.

Beberapa saat kemudian, Presiden John Hensor memilih Mark Grablam menggantikan John Voln sebagai Menteri Pertahanan Mimi Land. Setelah mencari tentara yang menembak Günther di sekitar Kota Vice, Ron akhirnya menemukan tentara tersebut tergeletak bersama senjatanya di lantai rumah John Voln, yang disertai luka peluru di kepalanya. Setelah mengingat, Ron baru menyadari bahwa ia ternyata adalah Terry Johnson, pemimpin Divisi Lapis Baja Bala Bantuan Ke-43 yang membantu pasukan Ron untuk menghadapi pasukan Sekutu.

Beberapa hari setelah kematian Günther, pasukan Sekutu mendapat kemenangan di semua peperangan. Ron dan pasukannya menunggu kedatangan pasukan Sekutu di dekat Jam Kotral. Dengan semua tenaga, kemampuan dan pasukan yang dimilikinya, Ron bersusah payah untuk mempertahankan posisi daerah yang dikuasainya. Namun, dalam pertempuran yang berlangsung selama 17 jam, Ron dan pasukannya gagal. Beberapa tentara mundur, beberapa tentara yang lain melarikan diri, dan sisanya tewas dalam pertempuran. Akhirnya, Ron dan pasukannya yang ia miliki lari menuju Kota Dugi.

Setelah berhasil melarikan diri dari tentara Sekutu, Ron bertemu dengan Wakil Presiden Mimi Land, Alfred Danvon. Ron menceritakan segala yang terjadi di garis depan. Alfred mulai berpikir dan meminta dia untuk mengirim pasukan yang tersisa ke medan perang guna menjaga pertahanan terakhir. Setelah diberi perintah, dia segera pergi dan melaksanakan perintah itu. Alfred, John Hensor dan Mark Grablam memikirkan mengenai apa yang akan dilakukan jika pertahanan terakhir telah diterobos.

Ron kembali menuju gedung pemerintahan untuk bertemu dengan Presiden dan Wakil Presiden Mimi Land. Saat dia sedang pergi menuju gedung pemerintahan, Ludwig dan 260 tentara lainnya dikirim dengan pesawat menuju Kota Adi. Namun, dalam perjalanannya, pesawat tersebut ditembak oleh Sekutu. Pesawat itu terbakar dan jatuh di dekat Sungai Drasdenburg.

Pada tanggal 30 Desember 1946, Presiden Mimi Land, John Hensor dan wakilnya, Alfred Donvon serta Menteri Pertahanan, Mark Grablam menyatakan menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Ron akhirnya meninggal pada tanggal 5 Januari 2003 karena lanjut usia dan pada tanggal 16 Januari 2010, Ron Vonslav resmi dijadikan sebagai Pahlawan Perlawanan Sekutu Mimi Land

 

bismarck

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s